Bandara Brussel, Belgia, mengalami antrean panjang di titik pemeriksaan paspor pada Sabtu pagi lalu. Penumpang yang datang dari luar wilayah Schengen harus menunggu hingga empat jam akibat lonjakan penumpang, terutama setelah sejumlah penerbangan mengalami keterlambatan.

Situasi antrean memuncak pada pagi hari, di mana banyak penumpang yang baru tiba menumpuk di jalur pemeriksaan. Para pelancong, terlebih pemegang paspor non-Schengen, melaporkan keterlambatan serius dalam proses verifikasi imigrasi. Pihak bandara mengakui kepadatan ini dan menyatakan antrean berangsur membaik dalam beberapa jam. Namun, kejadian serupa disebut makin sering terjadi belakangan ini.

Kepolisian federal Belgia menjelaskan, salah satu penyebab utama antrean panjang ialah masuknya beberapa penerbangan tertunda secara bersamaan sehingga menciptakan lonjakan penumpang di pintu pemeriksaan. Sejumlah penumpang mengeluhkan kurangnya tempat duduk, sehingga anak-anak dan lansia merasa kesulitan selama menunggu. Meskipun pihak bandara sempat membagikan air minum, berbagai kritik tetap mengemuka terkait kenyamanan dasar yang dinilai belum memadai. Pengelola bandara bahkan mengaku sempat menunda pemeriksaan biometrik untuk mempercepat antrean pada puncak kepadatan.

Menurut para pakar, penerapan sistem Entry/Exit System (EES) biometrik di seluruh Eropa membutuhkan waktu dua kali lipat lebih lama dibanding pengecekan manual dengan stempel. Masalah teknis ini telah terjadi cukup lama di Bandara Brussel.

Menteri Dalam Negeri Belgia, Bernard Quintin, menyampaikan bahwa seluruh pos pemeriksaan akan dioperasikan secara penuh sepanjang musim panas. Upaya perekrutan dan pelatihan petugas tambahan juga telah dimulai untuk mempercepat proses pemeriksaan. Selain itu, proyek khusus dan langkah-langkah tambahan tengah dilakukan guna mengurangi waktu tunggu dan meningkatkan kepuasan penumpang di Bandara Brussel.